Dilaporkan Oknum TNI ke Polres Prabumulih, Suami Istri Minta Panglima Hingga Presiden Bantu Usut Tuntas


Prabumulih, Merdekasumsel.com - Perkara dugaan gudang BBM kebakaran dan membakar rumah warga di Jalan Arimbi RT 02 RW 02 Kelurahan Arimbi Jaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, terus bergulir.

Jika sebelumnya belasan waega mendatangi markas Subdenpom Prabumulih untuk melaporkan oknum TNI inisial DN dengan dugaan menimbun BBM Ilegal di gudang rumah, kali ini giliran oknum TNI melaporkan warga ke Polres Prabumulih atas dugaan pencancaman dan pemerasan.

Warga yang dilaporkan tersebut yakni Fajri yang merupakan tetangga sebelah rumah oknum TNI yang rumahnya ikut terbakar dalam kejadian kebakaran pada pada Rabu (19/8/2026) lalu.

Merespon laporan itu, Fajri bersama istri Mariska Sari dan kuasa hukum dari Law Firm Abi Samran mendatangi Satreskrim Polres Prabumulih untuk menyampaikan klarifikasi. "Kami ke polres untuk memenuhi panggilan klarifikasi dari kepolisian atas laporan dugaan pengancaman dan pemerasan terkait kebakaran gudang minyak di Jalan Arimbi," ungkap Fajri didampingi istri dan pengacara di depan gedung Satreskrim Polres Prabumulih.

Sementara sang istri Meriska Sari saat diwawancarai menyampaikan permohonan bantuan ke Dandim, Pangdam, KASAD, Pangloma TNI hingga Presiden Prabowo Subianto untuk membantu dirinya bersama suami yang dilaporkan ke Polres Prabumulih atas dugaan pemerasan serta pengancaman. 

"Kami mohon pertolongan dan keadilan atas dampak meledaknya gudang solar ilegal milik oknum TNI bernama DN (inisial-red), jami mohon pak tegakkan keadilan seadil-adilnya," jelas Meriska.

Meriska mengaku pihaknya merupakan warga miskin dan dilaporkan dengan tuduhan pemerasan serta pengancaman, padahal menurutnya mereka korban. "Kami rakyat kecil pak mana mungkin berani mengancam anggota TNI, apalagi memeras sepeserpun tidak," katanya.

Sementara itu, anggota TNI Pelda Deni ketika dikonfirmasi membantah tuduhan di rumahnya ada gudang BBM ilegal dan kebakaran terjadi adalah minyak solar yang ada di garasi rumahnya. "Saya akui itu solar tapi bukan ilegal, saya ini sering membantu masyarakat khususnya petani untuk membuka lahan dan solar itu saya beli dari pengecer di pinggir jalan untuk membantu para petani buka lahan," katanya.

Deni mengatakan dirinya telah beritikat baik dengan mengganti atap rumah yang terbakar dan termasuk mengganti motor Fajri yang kecelakaan padahal bukan karena musibah kebakaran. Namun untuk mengganti seluruh dirinya keberatan, lantaran nilai ganti rugi yang disampaikan sesuai list sudah tidak masuk akal yakni sebesar Rp 63 juta.

"Nilai sudah tidak masuk akal, itu list total kerugian mereka kirim nilainya Rp 63 juta dan ini tidak sesuai. Motor suaminya itu kecelakaan di Tanjung Tiga Sialingan dan bukan terbakar di rumah, ini juga sebabnya kita kurang tau apakah lalai atau apa namun tetap kita ganti senilai Rp 13,5 juta karena motor second," bebernya.

Karena nilai tidak sesuai tersebut dirinya melaporkan ke kepolisian atas dugaan pemerasan, sedangkan tindakan pengancaman yakni berupa akan melaporkan dirinya selaku aparat ke lembaga tempat bekerja. "Untuk pengancaman sebetulnya bukan lagi mengancam tapi sudah dilakukan karena sudah melapor kemana-mana," tuturnya. Deni berharap perkara tersebut dapat diproses secara hukum seseuai aturan berlaku sehingga diketahui siapa yang benar dan siapa yang salah dalam perkara tersebut.(Ven)

Share:

Meriahkan HUT ke 25, Pemkot Prabumulih Bersama IOF dan IMI Gelar Off Road

 


Prabumulih, Merdekasumsel.com - Para pecinta olahraga otomotif khususnya speed off-road, hendaknya mendaftarkan diri di ajang Speed Off-Road 'Sedulur Sejalur Selumpur' di kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan.

Penyababnya, Pemerintah kota Prabumulih bekerjasama dengan Indonesia Off-road Federation (IOF) Pengcab Prabumulih dan IMI Prabumulih menggelar Speed Off-road yang akan diselenggarakan pada 9–11 Oktober 2026 di Terminal Talang Jimar kota Prabumulih.

Tak main-main, panitia menyediakan hadiah satu unit mobil dan tiga unit motor, sepeda gunung, sepeda listrik serta berbagai hadiah lainnya dalam perlombaan bergengsi tersebut. Hingga saat ini sendiri persiapan sudah mencapai 60 persen lebih.

Ketua Indonesia Off-road Federation (IOF) Pengcab Prabumulih, Oka Ginanjar SH ketika diwawancarai mengungkapkan hingga saat ini persiapan sudah mencapai lebih dari 60 persen dan trek atau jalur telah disiapkan panitia.

Oka Ginanjar mengatakan, kegiatan yang mengusung 'Safety No Compromise' ini mengutamakan keselamatan peserta dan dalam penyiapan jalur trek pihaknya langsung bersama jajaran IMI Sumsel. "Hingga saat ini yang mendaftar sudah mencapai 50 peserta, tidak hanya dari Sumatera namun yang mendaftar ada dari Sulawesi, Makasar, Bali dan lainnya," bebernya seraya mengatakan target peserta 100 peserta.

Lebih lanjut Oka menjelaskan, dalam kegiatan itu panitia menyediakan dua kelas yang dapat diikuti peserta antara lain kelas Tubular G1, G2, G3 dan G4 serta kelas Standart Winch. "Berdasarkan hasil rapat kita hadiah utama door prize satu unit mobil dan ada tiga motor, sepeda listrik, sepeda gunung dan banyak lainnya," tuturnya.

Oka menambahkan, untuk para peserta sendiri diwajibkan mengikuti scrutineering pada 9 Oktober 2026, sebelum memasuki rangkaian perlombaan. Pemeriksaan teknis tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan kendaraan yang digunakan peserta memenuhi persyaratan kompetisi.

"Selain ada atlet yang bakal ikut yakni dari Sulawesi, ada juga sejumlah pejabat yang akan turut ambil bagian dalam kegiatan ini seperti bupati Sorolangun, mantan Bupati OI, Empat Lawang dan lainnya. Perlombaan ini speed bukan jelajah atau adventure," tambahnya. 

Sementara itu, Walikota Prabumulih H Arlan sebelumnya mengungkapkan akan ada off road dalam rangka memeriahkan HUT Kota Prabumulih ke 25 yang tepat jatuh pada 17 Oktober 2026 mendatang. 

Arlan menyebut, dalam kegiatan tersebut pemerintah kota Prabumulih mensupport lantaran kegiatan digelar oleh pihak swasta dan tidak ada dalam anggaran pemerintah kota Prabumulih. "Kita sukseskan kegiatan ini apalagi dalam memeriahkan HUT Kota Prabumulih ke 25," kata orang nomor satu di kota Prabumulih itu. (Ven)

Share:

Hari Kesaktian Pancasila: BRI Prabumulih Tegaskan Komitmen Penguatan Ekonomi Kerakyatan


Prabumulih, Merdekasumsel.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Prabumulih menggelar upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor cabang Prabumulih, Kamis (1/10/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen perseroan dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di tengah tantangan ekonomi global.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Branch Office Head BRI Prabumulih RP Rafi Rafsanjani selaku inspektur upacara. Tahun ini, Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur".

Saat membacakan amanat tertulis Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Rafi menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diaktualisasikan sebagai pegangan utama dalam bekerja dan melayani seluruh lapisan masyarakat. Semangat keadilan sosial dinilai sejalan dengan peran BRI sebagai bank yang berfokus pada rakyat kecil.

"Semangat persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran sejalan dengan tugas kita di BRI untuk memastikan rakyat kecil memiliki kesempatan yang sama untuk maju," ujar Rafi.

* Kontribusi sektor UMKM

Sebagai implementasi nilai Pancasila dalam aspek ekonomi, perseroan mencatatkan penyaluran kredit sektor UMKM sebesar Rp 1.235,4 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut merepresentasikan 75,1 persen dari total portofolio kredit BRI. Selain itu, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga telah menjangkau lebih dari 2 juta pelaku usaha.

Hingga pertengahan tahun ini, BRI mengelola dana masyarakat (dana pihak ketiga) mencapai Rp 1.580 triliun. Di sektor digitalisasi dan aksesibilitas, pengguna aplikasi BRImo kini telah menembus 49,7 juta orang. Sementara untuk sektor papan, perseroan telah menyalurkan KPR Bersubsidi kepada lebih dari 134.000 keluarga.

Guna memperluas jangkauan ke wilayah pelosok, perseroan mengoptimalkan peran penunjang melalui kehadiran lebih dari 1,13 juta Agen BRILink yang tersebar di 60.000 desa. Penguatan ekosistem ekonomi perdesaan ini juga didukung oleh pembentukan 43.000 klaster usaha serta pembinaan 5.700 Desa BRILiaN.

* Menjawab tantangan modern

Di tengah pesatnya arus informasi, industri perbankan saat ini dihadapkan pada tantangan eksternal seperti maraknya judi online, pinjaman ilegal, hingga penyebaran berita bohong (hoax). Menyikapi fenomena ini, manajemen BRI menginstruksikan seluruh karyawannya untuk menjaga integritas, bekerja jujur, dan memberikan pelayanan tanpa diskriminasi.

Rafi mengingatkan kembali misi historis pendirian BRI di Purwokerto pada tahun 1895, yaitu membebaskan masyarakat dari jerat rentenir dan membangun fondasi ekonomi kerakyatan.

"Melalui peringatan ini, mari kita terus menunjukkan kinerja maksimal. Ini menjadi momentum untuk membuktikan bahwa Pancasila adalah nilai yang hidup dalam setiap tindakan dan pelayanan kita sehari-hari," kata Rafi memungkasi amanat tertulis tersebut.(Ven)

Share:

Gus Wahid Hasyim Pimpin DTD 1 Ansor Banser Prabumulih, Peserta 61 Tahun Paling Semangat



Prabumulih, Merdekasumsel.com – Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Prabumulih sukses menggelar Pendidikan dan Latihan Terpadu Dasar (Diklat Terpadu Dadas) DTD 1 Ansor Banser Tahun 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kota Prabumulih ini dipusatkan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'en, Jalan Nias Kota Prabumulih, pimpinan KH Solehan Makmun BA.

Diklat berlangsung selama tiga hari, pada tanggal 25 - 27 September 2026, diikuti sebanyak 25 peserta dari berbagai wilayah di Kota Prabumulih.

Pelaksana kegiatan, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kota Prabumulih, Gus Wahid Hasyim MAg MPd yang juga Katib PCNU Kota Prabumulih, mengatakan DTD ini merupakan gerbang awal kaderisasi formal di Ansor Banser.

"DTD adalah proses pembentukan karakter kader yang militan, religius, dan nasionalis. Kita ingin mencetak kader yang faham Ke-NU-an, Aswaja dan cinta Tanah Air," ujar Gus Wahid.

Materi yang diberikan sangat komprehensif, meliputi Ke-NU-an, Aswaja An-Nahdliyah, Wawasan Kebangsaan, Wawasan Hukum, serta penanaman nilai kebersamaan, kekompakan, keberanian dan kemandirian. Peserta juga digembleng fisik dan mental melalui kegiatan hiking dan outbond.

Yang menarik, semangat peserta tidak mengenal usia. Salah satu peserta tertua, Bapak Suradi (61 Tahun) warga Jalan Arimbi Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara, menjadi peserta paling antusias dan semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

Kegiatan yang dibuka secara resmi pada 23 September 2026 ini, ditutup dengan prosesi sakral pembaiatan kepada seluruh 25 peserta oleh Pengasuh Ponpes Hidayatul Mubtadi'en, KH Solehan Makmun BA.

Dengan dibaiatnya peserta, secara resmi mereka telah menjadi bagian dari keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor Banser Kota Prabumulih dan siap mengabdi untuk Agama, Bangsa dan Negeri.(05)

Share:

Tangkal Hoaks di Era Teknologi, Anggota MPR RI Tekankan Pentingnya 4 Pilar Kebangsaan


Prabumulih, Merdekasumsel.com - Anggota MPR RI, Dr HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, pada Minggu (27/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Sosialisasi 4 Pilar mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam penyampaiannya, Giri Ramanda menekankan bahwa 4 Pilar Kebangsaan tidak hanya perlu dipahami sebagai konsep bernegara, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan demokrasi serta membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Menurut Giri, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi bagian dari kekayaan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Giri Ramanda juga mengajak masyarakat Prabumulih untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menyikapi berbagai persoalan sosial dan perkembangan zaman. Menurut Giri, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya berasal dari persoalan politik dan ekonomi, tetapi juga dari derasnya arus informasi, perkembangan teknologi serta potensi penyebaran informasi yang tidak benar di ruang digital.

"Pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan harus terus kita perkuat. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar materi yang disampaikan dalam sosialisasi, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Giri Ramanda.

Giri menjelaskan, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan ketertiban sosial. Karena itu, pendidikan kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, Giri Ramanda berharap pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan semakin kuat sehingga dapat menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kota Prabumulih tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk menyerap pandangan serta memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(05)

Share: